Si Kecil yamh imut

cerpen — 29 Nov 2025 | Dibaca: 18x

Si Kecil yang Imut Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau, hiduplah seorang bocah perempuan bernama Lila. Ia baru berusia enam tahun, dengan pipi bulat yang selalu memerah setiap kali ia tersenyum. Semua orang di desa memanggilnya “Si Kecil yang Imut”, bukan hanya karena wajahnya yang lucu, tetapi juga karena sikapnya yang selalu ceria dan ramah pada siapa saja. Setiap pagi, Lila membantu ibunya memberi makan ayam dan kambing. Tapi yang paling ia sukai adalah bermain di sungai kecil di dekat rumah. Ia sering melempar batu kecil ke air dan menebak berapa kali batu itu akan memantul. Suatu hari, ketika sedang bermain, Lila melihat seekor anak kucing terjebak di semak-semak. “Meong… meong…” kucing itu menangis. Tanpa ragu, Lila masuk ke semak-semak itu dan menarik anak kucing itu keluar. “Tenang, aku akan membawamu pulang,” kata Lila sambil tersenyum. Anak kucing itu seolah mengerti, menggesek-gesekkan kepalanya ke tangan Lila. Sejak hari itu, Lila dan anak kucing itu tidak pernah terpisahkan. Mereka bermain bersama, tidur bersama, dan bahkan makan bersama. Orang-orang desa sering melihat Lila berbicara sendiri sambil tertawa, padahal sebenarnya ia sedang bercakap-cakap dengan si kucing. Suatu sore, saat matahari mulai tenggelam, Lila duduk di halaman rumah sambil memeluk anak kucingnya. “Aku senang kita bertemu, ya,” bisiknya. Si kucing mengangkat kepalanya seolah mengangguk. Meski kecil, Lila belajar banyak hal dari anak kucing itu—tentang kepedulian, kesabaran, dan persahabatan sejati. Desa itu selalu mengenang Lila, si kecil yang imut, bukan hanya karena wajahnya, tapi karena hatinya yang besar dan penuh kasih. Dan setiap kali ada anak-anak lain bermain di desa itu, mereka pun ingin menjadi teman Lila dan si kucing, karena di dekatnya, dunia terasa lebih hangat dan penuh keceriaan.

← Kembali ke Beranda